Posts

Showing posts with the label Opini

Ilmu dan Kejayaan Peradaban Islam

Image
Pidato Adnin Armas (Dosen KFA dan Direktur Eksekutif INSISTS) pada Penutupan Kuliah Filsafat Syed Naquib al-Attas (KFA) Bapak-bapak, ibu-ibu, dan segenap komunitas INSISTS Assalamu Alaykum, Wr. Wb. Saat ini kita menyadari dan merasakan umat Islam dalam konteks peradaban berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Secara ekonomi, negara-negara Muslim dianggap sebagai negara berkembang. Umat Islam menjadi konsumen kepada apa yang mereka gunakan. Sekalipun kekayaan alam negara-negara Muslim melimpah ruah, namun kenyataannya, kemakmuran dan kesejahteraan masih jauh dari kehidupan umat Islam. Kondisi yang memprihatinkan juga terjadi dalam kehidupan politik. Dalam skala internasional, kita tahu, OIC yang terdiri dari negara-negara Muslim tidak mampu meredam kesemena-menaan perbuatan zionis. Sekalipun perilaku double standart begitu jelas dari kekuatan adidaya, namun negara-negara Muslim cenderung membiarkan kesewenang-wenangan tersebut terus terjadi. Secara interna...

Kamu Pilih yang Mana?

Image
Pilihan Pertama: Tak berhijab, akhlaq buruk Pilihan Kedua: Tak berhijab, akhlaq buruk mulia Pilihan ketiga: Berhijab, akhlaq buruk Pilihan Keempat: Berhijab, akhlaq mulia Kamu pilih yang mana?

Iwan Fals - Galang Rambu Anarki | Balada Pemilu dan Cabut Subsidi

Image
Galang rambu anarki anakku lahir awal januari menjelang pemilu galang rambu anarki dengarlah terompet tahun baru menyambutmu galang rambu anarki ingatlah tangisan pertamamu ditandai bbm membumbung tinggi (melambung) maafkan kedua orangtuamu kalau tak mampu beli susu bbm naik tinggi susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi mungkin bayi kurang gizi (anak kami) galang rambu anarki anakku cepatlah besar matahariku menangis yang keras, janganlah ragu tinjulah congkaknya dunia buah hatiku doa kami di nadimu

BBM Naik; Konglomerasi Asing diuntungkan, UKM dilemahkan

Image
by @endykurniawan Twit hari ini akan ramai dg #wiRABUsaha dan #BBMerana #tolakBBMnaik - yuk mari 1. Skill adlh salah satu yg bisa dicampaign, termasuk via digital. Bahkan punya peluang besar krn unik & 'beda'. #wiRABUsaha 2. Contoh skill : desainer, lawyer, auditor, ide kreatif, konsultan. Outputnya maya, mesti divisualkan ketika campaign. #wiRABUsaha 3. Bisa pilih juga cara testimonial. Contoh : partner yg puas, pelanggan puas. Visualkan dg Youtube misalnya. #wiRABUsaha 4. But melakukan digital campaign tak harus serumit dg aplikasi tertentu, sosmed tertentu, dll. SMS pun bisa ampuh. #wiRABUsaha 5. Tujuan digitalisasi operasi bisnis slh 1-nya hemat biaya marketing, simplifikasi bisnis proses & maksimalkan keuntungan. #wiRABUsaha 6. Contohnya ngirit biaya iklan. But, nyambung ke #BBMerana - impak ke bisnis tentu ke biaya pegawai/ personnel expense. #wiRABUsaha 7. Target inflasi akhir th ini 4,9%. Setelah BBM naik, prediksi inflasi 7,5%. Biaya pega...

Penyesatan BLSM

Image
Klo liat di pilem Amrik. Pengangguran di sana dapetnya kupon, bkn cash, cuma bisa beli makanan & basic needs. Gabisa buat miras, rokok, dll. Klo Balsem (BLSM -ed) dipake buat beli rokok. Itu cuma pindah dari subsidi BBM ke subsidi kesehatan. Klo buat makan aja sih insya Allah msh bisa, apalagi di kampung. Ganjalan tuk sejahtera itu ketika berhubungan dgn pendidikan & kesehatan. Asalkan terbuka kesempatan yg adil tuk kerja/bisnis/tani, subsidi tuk pendidikan & kesehatan saja. Insya Allah bisa sejahtera. Saat krismon 2008, Amrik juga ada program mirip Balsem. Tapi itu bkn bagi2 uang, tapi mengembalikan uang pajak yg sdh dipotong (tax refund). ( @Portuguesamava di Europe juga, Tuna grahita dan org2 miskin dpt jatah lunch/dinner di suatu tempat,dan dijamin biaya kesehatannya by insurance). Skrg kita lihat teladan Rasulullah saw hadapi curhatan org miskin yg mengeluh blm makan bbrp hari dgn pakaian compang-camping. Rasulullah tdk langsung kasi makanan. T...

Cendekiawan, Wahabi dan Kekerasan Kata-kata

Image
Oleh: A. Kholis "Kalmul-lisan anka min kalmis-sinan" (dilukai lidah lebih pedih daripada dilukai gigi) --pepatah Arab-- ADA cibiran yang pernah dilontarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk kalangan aktivis Islam. Bunyinya, "Blek ketekuk-tekuk, guru tabligh ambune penguk." (kaleng terlipat-lipat, guru mengaji baunya tak sedap). Kalimat itu seolah dijadikan jingle sebagai pencitraan tak sedap kalangan PKI terhadap kaum Muslim. Kala itu, jangankan menyemarakkan dakwah seperti sekarang, untuk menunjukkan identitas Islam saja kaum Muslimin ketakutan. Citra Islam benar-benar hancur. Islam identik dengan miskin, kotor, tidak punya masa depan cerah dalam pekerjaan kecuali menjadi guru mengaji. Citra seperti ini terus berlanjut meski Orde Lama berganti Orde Baru. Sampai-sampai, di pertengahan 80-90-an, umat Islam malu menunjukkan identitas, apalagi berjilbab. Pelan-pelan citra itu berkurang tatkala lahir Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di akhir t...

Ada Apa dibalik Stigma Wahabi?

Image
Hidayatullah.com--Istilah Wahabi dan transnasional tiba-tiba mendadak terkenal. Tanpa ada angin dan hujan, ia, tiba-tiba dikaitkan dengan teror bom. Uniknya, yang meluncurkan istilah Wahabi bukan orang yang selama ini dikenal intens ada sangkut-pautnya dengan Islam. Lebih merepotkan, media ikut andil mengkampanyekan stigma itu tanpa mengerti benar apa arti sesungguhnya istilah itu berikut dampaknya. “Ada semacam pembajakan istilah “Islam transnasional” dan “Wahabi” akhir-akhir ini,” kata Asep Sobari. Kali ini, www.hidayatullah.com, mewawancarai peneliti sejarah Islam pada Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Asep Sobari, Lc (33).  Lulusan Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponogoro (1994) dikenal pengamat sejarah Islam. Ia pernah melanjutkan studi di Univ. Islam Madinah (1999), tempat pemikiran Muhammad Syeikh Abdullah bin Wahab berkembang.  Kepada  www.hidayatullah.com secara panjang lebar Asep menjelaskan ada apa dibalik stigma “Wah...

Barat Paling Diuntungkan Stigma Wahabi

Image
SEJAK peristiwa bom Kuningan Juli 2009, istilah Wahabi dan trans-nasional tiba tiba dibicarakan banyak orang.  Berbagai stasiun televisi nasional dan media massa sibuk mengutip ucapan beberapa tokoh tentang hubungan teror bom dengan Wahabi. Entah sengaja atau tidak, yang jelas dengan bantuan media (khususnya TV) istilah Wahabi tiba-tiba muncul menjadi stigma baru untuk meneror banyak organisasi Islam. Boleh jadi, penyebar stigma ini berharap kaum Muslim Indonesia terpecah belah. Apa dan mengapa stigma Wahabi ini dimunculkan? Dan siapa yang untung dengan kasus ini? Kali ini, hidayatullah.com mewawancarai Dr Anis Malik Thoha , Khatib 'Aam Syuriah NU Cabang Istimewa Malaysia. Pria yang masih punya ikatan kekerabatan dengan KH Sahal Mahfudz, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini  menyelesaikan S1 di Universitas Islam Madinah. Menyelesaikan gelar masternya di University of the Punjab dan PhD (bidang Comparative Religion ) di International Isla...