Pemimpin dan Kekuatan Doa
Teman baikku yang bijak berkata: “doakan saja mereka supaya menjadi seperti Umar bin Khattab”. Sebuah komentar yang sangat dalam. Ingatan pun melayang ke puluhan tahun silam, saat aku masih sering diajak bapakku berjualan bunga di emperan toko di jalan Melawai Blom M. Aku masih duduk di kelas 3 SD waktu itu. Saat menemani bapak berjualan bunga, ada satu pemandangan yang terbiasa aku lihat saat itu. Bapak dengan tangan kiri memegang erat sepeda tuanya, dan tangan kanan memegang pisau dan diacungkan ke arah petugas kamtibmas (sekarang satpol PP). Lebih baik mati bersimbah darah daripada sepeda dan dagangan bunga penyambung hidup keluarganya disita oleh negara. Separuh dari kakak kandungku mati muda karena bapak tentu tidak sanggup membayar biaya berobat saat mereka sakit keras. Tapi dengan segala ketekunan, keringat dan darahnya, beliau masih mampu menyekolahkan separuh anak-anaknya sampai selesai, dengan bermodalkan sepeda tuanya, dan sekeranjang bunga yang kadang diin...